Pemanfaatan Limbah Kotoran Kambing dan Pepaya (KOYA) Menjadi Pupuk Kompos di Desa Sukaharja Jawa Barat

Authors

  • Nadia Ainu Nisa Universitas Insan Cendekia Mandiri
  • Syifa Nurjannah Universitas Insan Cendekia Mandiri
  • Irfan Maulana Universitas Insan Cendekia Mandiri
  • Alifia Devi Nur Apsari Universitas Insan Cendekia Mandiri
  • Tazkia Nabilatuzzahira Universitas Insan Cendekia Mandiri

DOI:

https://doi.org/10.37577/jamari.v3i1.1101

Keywords:

Kompos koya, kotoran kambing, limbah pepaya, MOL, Desa Sukaharja

Abstract

Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak kambing yang signifikan serta potensi komoditas pepaya yang melimpah. Namun, limbah kotoran kambing dan buah pepaya afkir belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berisiko mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lokal tersebut menjadi pupuk kompos komersial berkualitas yang disebut Kompos Koya (Kotoran Kambing-Pepaya). Metode pelaksanaan meliputi tahapan perizinan, pembuatan dekomposer Mikroorganisme Lokal (MOL) dari buah pepaya, penggilingan kotoran kambing, pencampuran dan fermentasi selama 4 minggu, serta sosialisasi secara door-to-door menggunakan media brosur dan X-banner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan berhasil memproduksi pupuk organik dengan tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, tidak berbau afkir, serta siap guna. Sebanyak 16 kemasan produk Kompos Koya ukuran 3 kg berhasil diproduksi dan didistribusikan kepada peternak dan petani setempat. Kesimpulannya, program PkM ini berhasil mengedukasi masyarakat dalam menekan pencemaran lingkungan akibat bau kotoran ternak, sekaligus memberikan alternatif substitusi pupuk kimia melalui konsep pertanian terpadu.

References

Azwa, N., Aziz, A., Achmad, M., Mubarak, H., & Waris, A. (2022). Pembuatan dan Pembagian Kompos dari Limbah Pertanian dan Peternakan Di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang District, Sidenreng Regency Rappang. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 23-29.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tasikmalaya. (2024). Kabupaten Tasikmalaya Dalam Angka 2024. Tasikmalaya: BPS.

Badan Pusat Statistik Kecamatan Sariwangi. (2024). Kecamatan Sariwangi Dalam Angka 2024. Tasikmalaya: BPS.

Baharudin, A., Suyanto, A., & Sudaryanto, S. (2016). Pemanfaatan Limbah Pepaya (Carica papaya L) dan Tomat (Solanum lycopersicum L) untuk Mempercepat Pengomposan Sampah Organik. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(2), 81-86.

Dewi, A. S., Sari, D., Azria, N., Pujiati, A., & Mauliana, Y. (2023). Penyuluhan Tentang Pengolahan Limbah Serbuk Gergaji Menjadi Pupuk Kompos dan Media Tanam di Desa Sumber Rejo, Kemiling. Jurnal Corner of Community Service, 1(4), 193-203.

Haug, R. T. (1993). The Practical Handbook of Compost Engineering. Florida: CRC Press.

Lubis, Z. (2020). Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dalam Pembuatan Kompos. Prosiding Seminar Hasil Pengabdian LPPM UMN Al-Washliyah 2020, 114-121.

Muryani, S., et al. (2020). Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Buah-Buahan sebagai Bioaktivator Pengomposan Sampah Organik. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 12(2).

Muryani, S., Wahyuni, S., & Rahmawati, A. (2020). Pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) limbah buah-buahan sebagai bioaktivator pengomposan sampah organik. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 12(2), 105–115.

SNI (Standar Nasional Indonesia). (2004). Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik (SNI 19-7030-2004). Badan Standardisasi Nasional.

Sumiati, & Cahyati, A. P. (2023). Pemanfaatan Limbah Air Cucian Beras dan Cangkang Telur Sebagai Pupuk Organik Cair. Prosiding SEMNAS BIO, UIN Raden Fatah Palembang, 494-501.

Susilowati, L. E., Arifin, Z., Mahrup, & Umminingsih. (2022). Pembelajaran Kompos dan Proses Pengomposan Limbah Kulit Singkong Metode Takakura Modifikasi Kepada Ibu Rumah Tangga Desa Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 218-225.

Sutanto, R. (2002). Pertanian organik: Menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Kanisius.

Tansil, A., Fatman, M., & Kandatong, H. (2024). Penggunaan Pupuk Kandang Sapi dan Dosis Mol Pepaya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L.). Jurnal Agro Terpadu, 3(2), 123-129.

Tansil, M. R., Saputra, H., & Pratama, Y. (2024). Analisis kandungan hara makro (N, P, K) kompos kotoran ternak dengan aktivator limbah buah klimakterik. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 13(3), 210–219.

Downloads

Published

2026-07-30

Issue

Section

Articles