ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA KERUPUK PUTIH MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN FMEA

Authors

  • Amelia Risa Amanda Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Bening Wahyu Arianti Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Jeanette Liannie Clarissa Theis Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Moehamad Satiadharma Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Ferry Arfiansyah Universitas Insan Cendekia Mandiri

DOI:

https://doi.org/10.37577/ekonam.v7i2.743

Keywords:

Quality Control, Seven Tools, Failur Mode and Effect Analysis, FMEA, Pengendalian Kualitas

Abstract

ABSTRAK: Kerupuk merupakan makanan ringan populer di Indonesia. Konsumsinya meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kualitas kerupuk di pasaran seringkali tidak konsisten dan terdapat cacat seperti gosong, tidak renyah, atau berminyak. Hal ini dapat menurunkan kepuasan konsumen dan berakibat pada kerugian bagi produsen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas kerupuk putih menerapkan metode Seven Tools dan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) pada Pabrik Kerupuk XYZ di Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis data produksi selama satu bulan. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga jenis cacat utama pada kerupuk, yaitu cacat percetakan (34%), cacat penggorengan (33%), dan cacat distribusi (33%). Faktor-faktor yang menyebabkan cacat tersebut adalah material, mesin, metode, dan manusia. Analisis FMEA mengidentifikasi penyebab kegagalan dan tindakan perbaikan yang sesuai untuk setiap penyebab. Risiko Priority Number (RPN) diurutkan berdasarkan peringkat dan ditentukan tindakan perbaikan yang paling sesuai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Seven Tools dan FMEA dapat membantu meningkatkan kualitas kerupuk putih di Pabrik Kerupuk XYZ. Tindakan perbaikan yang direkomendasikan, seperti standarisasi proses produksi, pelatihan operator, dan perawatan mesin, dapat membantu mengurangi cacat dan meningkatkan kepuasan konsumen.

ABSTRACT: Crackers are a popular snack food in Indonesia. Its consumption has increased in recent years. However, the quality of crackers in the market is often inconsistent and there are defects such as burnt, not crispy, or oily. This can reduce consumer satisfaction and result in losses for the producer. This study aims to analyze the quality control of white crackers applying the Seven Tools method and Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) at XYZ Cracker Factory in Bandung. Data were collected through observation, interviews, and analysis of production data for one month. The results of the study show that there are three main types of defects in crackers, namely molding defects (34%), frying defects (33%), and distribution defects (33%). The factors that cause these defects are materials, machines, methods, and people. The FMEA analysis identified the causes of failure and the corresponding corrective actions for each cause. The Risk Priority Number (RPN) is ranked and the most appropriate corrective action is determined. This study demonstrates that applying the Seven Tools method and FMEA can help improve the quality of white crackers at XYZ Crackers Factory. The recommended corrective actions, such as standardization of production processes, operator training, and machine maintenance, can help reduce defects and improve customer satisfaction.

References

Agus Dwi Darmawan. (2024). Penduduk Kabupaten Majalengka Menghabiskan Rp525.24 per Kapita per Minggu untuk Membeli Kerupuk. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/06/09/penduduk-kabupaten-majalengka-menghabiskan-rp525-24-per-kapita-per-minggu-untuk-membeli-kerupuk

Badan Pusat Statistik, B. (2024). Rata-rata Konsumsi Perkapita Seminggu Menurut Kelompok Bahan Makanan Lainnya Per Kabupaten/kota (Satuan Komoditas), 2021-2023. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjEwNiMy/rata-rata-konsumsi-perkapita-seminggu-menurut-kelompok-bahan-makanan-lainnya-per-kabupaten-kota--satuan-komoditas-.html

Dartawan, K.I., & Setiafindari, W. (2023). Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Metode Seven Tools Dan Kaizen Pada PT Sinar Semesta. Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri, 18(2), 29–38.

Firmansjah, E. T., & Agustiawan, I. (2023). Analisis Kegagalan Proses Pengelasan Standar Motor menggunakan Metoda FMEA dan FTA serta Pemodelan menggunakan Solidworks. Jurnal Rekayasa Energi Dan Mekanika, 3(1), 13. https://doi.org/10.26760/jrem.v3i1.13

Permono, L., Salmia, L. A., & Septiari, R. (2022). Penerapan Metode Seven Tools Dan New Seven Tools Untuk Pengendalian Kualitas Produk (Studi Kasus Pabrik Gula Kebon Agung Malang). Jurnal Valtech (Jurnal Mahasiswa Teknik Industri), 5(1), 58–65.

Sakdiyah, H.S., Eltivia, N., & Afandi, A. (2022). Root Cause Analysis Using Fishbone Diagram: Company Management Decision Making. Journal of Applied Business, Taxation and Economics Research, 1(6), 566–576. https://doi.org/10.54408/jabter.v1i6.103

Siswanto, B. N., Amca, A. A. T., Suryo, A. F., Ghezandro, M. H., Priyanata, N., Khotimah, N. A., & Yanti, P. P. (2024). Analisis Risiko K3 pada Proses Perkerasan Berbutiran dan Perkerasan Beton Semen di Peningkatan Jalan Akses Coastal Road dengan Metode FMEA dan Fault Tree CV Aura Jaya Pratama Cabang Kaltim. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 2(1), 362–370. https://doi.org/10.572349/neraca.v2i1.764

Yovita, J., Rahayu, S., Megawati, V., Bisnis, M., & Ekonomika, D. (2019). Pengendalian Kualitas dengan Metode Seven Tools dan FMEA. Ekonomika Bisnis, 7(2), 2827–2845. http://ekonomi.kompas.com

Downloads

Published

2026-08-20