ANALISIS PERFORMA ANTRIAN PADA SPBU MAJALAYA PERTAMINA UNTUK PERTALITE JALUR MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TEORI ANTRIAN
Keywords:
Performance Analysis, Queue Theory Method, Metode Teori Antrian, Analisis PerformaAbstract
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan mengevaluasi performa serta merumuskan rekomendasi untuk sistem antrian guna meningkatkan efisiensi layanan pada jalur motor SPBU Pertamina Pertalite di Majalaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah observasi, peneliti terlibat secara langsung dalam melakukan penelitian di SPBU Majalaya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengolahan data. Teknik analisis pada penelitian ini dibantu dengan menggunakan software Microsoft Excel dan POM QM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem antrian saat ini di SPBU Pertamina Pertalite jalur motor Majalaya bekerja dengan tingkat efisiensi yang tinggi, namun juga mendekati batas kapasitasnya. Meskipun waktu tunggu relatif singkat, panjang antrian yang cukup besar menunjukkan perlunya tindakan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan. Dengan mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan kinerja sistem, mengurangi tekanan pada fasilitas, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
ABSTRACT: This study aims to analyze the characteristics and evaluate performance as well as formulate recommendations for the queue system to improve service efficiency on the Pertamina Pertalite petrol station motorcycle line in Majalaya. The sampling technique in this study is observation; the researcher is directly involved in conducting research at the Majalaya petrol station to obtain the information needed for data processing. The analysis technique in this study was assisted by using Microsoft Excel software and POM QM. The results of the study show that the current queue system at the Pertamina Pertalite petrol station on the Majalaya motorcycle line works with a high level of efficiency but is also close to its capacity limit. Although the waiting time is relatively short, the sizable length of the queue indicates the need for action to increase service capacity. By implementing the given recommendations, it is expected to improve system performance, reduce pressure on facilities, and increase customer satisfaction.
References
Adan, I., & Resing, J. (2001). Queueing theory. Eindhoven University of Technology.
Arum, P. R., Sugito, & Wilandari, Y. (2014). Analisis Sistem Antrian Pelayanan Nasabah Bank X Kantor Wilayah Semarang. Jurnal Gaussian, 3(4), 791–800.
Modul IX Teori Antrian. (2022). Program Studi Manajemen Logistik STIMLOG.
Setiyono, Y. R., Himawan, D. T., & Putmafiyoska, F. C. (2022). Analisis Teori Antrian Model Multi Channel Single Phase Dalam Optimasi Layanan Kasir Toserba Pada Himaset. 04(03).
Pellondou, E. H., Fanggidae, R. P. C., & Nyoko, A. E. L. (2021). Analisis Teori Antrian Pada Jalur Sepeda Motor Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Oebobo. GLORY: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial, 2(1).
Nasir, M. A., & Andesta, D. (2024). Analisis Sistem Antrian Pelanggan Pertalite SPBU 54.611.30 (Studi Kasus SPBU 54.611.30 Jln. Mayjend Sungkono, Prambangan, Kec. Kebomas, Kab. Gresik). Justi (Jurnal Sistem dan Teknik Industri), 4(2), 277.


