Respons pertumbuhan, hasil biomassa, dan kandungan asiaticoside pegagan castina terhadap intensitas cahaya dan jarak tanam

Authors

  • irfan maulana Universitas Insan Cendekia Mandiri
  • Ahmad Ramdan
  • Ruslandi

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) merupakan tanaman obat bernilai penting karena mengandung asiaticoside sebagai metabolit sekeunder. Teknik budidaya yang mengatur cahaya dan populasi tanaman berpotensi memengaruhi pertumbuhan serta akumulasi metabolit sekunder. Penelitian ini mengkaji respons pegagan terhadap naungan paranet 50% dan tiga jarak tanam di Ciburial, Cimenyan, Bandung, pada ketinggian 1.300 m dpl. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi dengan empat ulangan. Perlakuan naungan, yaitu tanpa naungan dan naungan 50%, ditempatkan sebagai petak utama, sedangkan jarak tanam 20 cm x 20 cm, 30 cm x 30 cm, dan 40 cm x 40 cm sebagai anak petak. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, bobot segar, bobot kering, dan kandungan asiaticoside dengan metode HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan dan jarak tanam tidak berinteraksi pada sebagian besar peubah pertumbuhan dan hasil, tetapi berinteraksi pada kandungan asiaticoside. Kandungan asiaticoside tertinggi diperoleh pada kombinasi naungan 50% dan jarak tanam 30 cm x 30 cm, yaitu 2,60%. Kombinasi tersebut dapat dipilih apabila sasaran budidaya adalah peningkatan metabolit sekunder secara kuantitatif

Downloads

Published

2026-07-29