Pengaruh Dosis EM4 pada Fermentasi Anaerob Fakultatif Daun Tebu Kering terhadap Fraksi Serat

Authors

  • Ammara Bratandari Universitas Padjadjaran
  • Atun Budiman Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran
  • Iman Hernaman Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Abstract

Daun tebu kering merupakan limbah pertanian yang melimpah, namun pemanfaatannya sebagai pakan ruminansia terbatas oleh tingginya kandungan serat, terutama lignin, yang menghambat kecernaan. Fermentasi anaerob fakultatif menggunakan bioaktivator EM4 berpotensi menurunkan fraksi serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis EM4 pada fermentasi anaerob fakultatif daun tebu kering terhadap kandungan fraksi serat, serta menentukan dosis EM4 yang paling efektif dalam menurunkannya. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat taraf dosis EM4 (0, 1, 2, dan 3 mL) dengan lima ulangan. Daun tebu kering dicampur dedak padi (10%) dan molases (3%), kemudian difermentasi secara anaerob fakultatif selama 21 hari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Peubah yang diamati meliputi kandungan neutral detergent fiber, acid detergent fiber, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis EM4 berpengaruh nyata (P?0,05) dalam menurunkan kandungan neutral detergent fiber, acid detergent fiber, dan selulosa, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan hemiselulosa dan lignin. Dosis EM4 sebanyak 1 mL per kilogram bahan fermentasi telah memberikan penurunan yang setara dengan dosis yang lebih tinggi, sehingga dosis tersebut merupakan dosis yang paling efektif digunakan dalam fermentasi anaerob fakultatif daun tebu kering

 

Kata-kata kunci: daun tebu kering, EM4, fermentasi anaerob fakultatif, fraksi serat

Downloads

Published

2026-07-29