Uji Aplikasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dan Amelioran Organik untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung pada Ultisol
DOI:
https://doi.org/10.37577/composite.v2i02.236Abstract
Abstract belum tersedia.References
Beckingham, C. 2007. Sweet Corn. Diakses melalui www.dsi.nsw.gov.au/sweet-corn.
Chafid, Mohammad. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Pangan Jagung. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Kementrian Pertanian.
Elfiati, Deni. 2005. Peranan Mikroba Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Diakses melalui
Fitriatin, Betty Natalie., Anny Yuniarti, Oviyanti Mulyani, Feni Siti Fauziah dan Mohamad Dion Tiara. 2009. Pengaruh Mikroorganisme Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap P Tersedia, Aktivitas Fosfatase, Populasi Mikroorganisme Pelarut Fosfat, Konsentrasi P Tanaman dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Ultisols. Jurnal Agrikultura, Vol. 20, No 3.
Fitriatin, Betty Natalie., Aristyo Rahadiyan, Anny Yuniarti dan Tien Turmuktini. 2016. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati Mikroba Pelarut Fosfat dalam Meningkatkan Kandungan P tanah, Pertumbuhan dan Hasil Jagung pada Ultisols. Soilrens Vol. 14 No. 2.
Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.
Hickman, J.S. and D.A. Whitney. 1914. Soil Conditioner. North Central Regional Extention Publication 295. Kansas.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/987/?sequence=1.
Jones, U.S. 1982. Fertilizer and Soil Fertility. Second edition. Reston Publ. Co. Reston, Virginia.
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14/Permentan/OT.140/3/2015.
Lestari, A.P., Sarman S., dan E. Indraswari. 2010. Substitusi Pupuk Anorganik dengan Kompos Sampah Kota Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Penelitian Universitas Jambi seri Sains 12 (2) : 1-6.
Litterick, A. 2003. A Review of The Effects of Uncomposted Materials, Composts and Manures on Soil Health and Quality, Soil Fertility, Crop Development and Nutrition. Diakses melalui orgprints.org/6694/2/Annex_Effects_on_soils_and_crops.pdf
Rohman, Hasan Abdul. 2015. Pengolahan Limbah Cair Bioetanol (Vinasse) dari Industri Rumah di Desa Bekonang secara Mikrobiologis menjadi Pupuk Organik. Diakses melalui http://lib.unnes.ac.id/28390/1/5511312032.pdf
Sahrawat, K. L., M. P.Jones, S. Diatta and A. Adam. 2007. Response of Upland Rice to Fertilizer Phosphorus and Its Residual Value in An Ultisol. Commun. Soil Sci. Plant Anal., 32(15&16): 2457–2468.
Setiawati, M.R., Pujawati Suryatmana, Reginawanti Hindersah, Betty Natalie Fitriatin dan Diyan Herdiyantoro. 2014. Karakterisasi Isolat Bakteri Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Ketersedian P pada Media Kultur Cair Tanaman Jagung (Zea mays L.). Bionatura-Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik Vol. 16, No. 1: 30 – 34.
Stevenson, F. J., 1986. Cycles of Soil Carbon, Nitrogen, Phosphorus, Sulfur, Micronutrient. A Wiley-Inetrscience Publication John Wiley & Sons.
Subagyo, H., N. Suharta, dan A.B. Siswanto. 2004. Tanah-tanah Pertanian di Indonesia. hlm. 21−66. Dalam A. Adimihardja, L.I. Amien, F. Agus, D. Djaenudin (Ed.). Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Sudaryono, 2009. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol Pada Lahan Pertambang Batubara Sangatta, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Lingkungan. 10(3) hal 337-346.
Sudaryono. 2009. Pengelolaan Lahan Kering Masam untuk Budidaya Kedelai. Iptek Tanaman Pangan 4 (1) : 49-58.
Sukartono dan W. H Utomo. 2012. Peranan Biochar sebagai Pembenah Tanah pada Pertanaman Jagung di Tanah Lempung Berpasir (Sandy Loam) Semiarid Tropis Lombok Utara. Buana Sains Vol 12 No.1: 91-98.
Syafruddin, Faisal. dan M Akil . 2007. Pengelolaan Hara pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. Diakses melalui http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp10251.pdf
Taufik, Muhammad., Af Aziez, dan Tyas Soemarah. 2010. Pengaruh Dosis dan Cara Penempatan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Hibrida (Zea mays L.). Agrineca. Vol. 10. No. 2.
Chafid, Mohammad. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Pangan Jagung. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Kementrian Pertanian.
Elfiati, Deni. 2005. Peranan Mikroba Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Diakses melalui
Fitriatin, Betty Natalie., Anny Yuniarti, Oviyanti Mulyani, Feni Siti Fauziah dan Mohamad Dion Tiara. 2009. Pengaruh Mikroorganisme Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap P Tersedia, Aktivitas Fosfatase, Populasi Mikroorganisme Pelarut Fosfat, Konsentrasi P Tanaman dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Ultisols. Jurnal Agrikultura, Vol. 20, No 3.
Fitriatin, Betty Natalie., Aristyo Rahadiyan, Anny Yuniarti dan Tien Turmuktini. 2016. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati Mikroba Pelarut Fosfat dalam Meningkatkan Kandungan P tanah, Pertumbuhan dan Hasil Jagung pada Ultisols. Soilrens Vol. 14 No. 2.
Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.
Hickman, J.S. and D.A. Whitney. 1914. Soil Conditioner. North Central Regional Extention Publication 295. Kansas.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/987/?sequence=1.
Jones, U.S. 1982. Fertilizer and Soil Fertility. Second edition. Reston Publ. Co. Reston, Virginia.
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14/Permentan/OT.140/3/2015.
Lestari, A.P., Sarman S., dan E. Indraswari. 2010. Substitusi Pupuk Anorganik dengan Kompos Sampah Kota Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Penelitian Universitas Jambi seri Sains 12 (2) : 1-6.
Litterick, A. 2003. A Review of The Effects of Uncomposted Materials, Composts and Manures on Soil Health and Quality, Soil Fertility, Crop Development and Nutrition. Diakses melalui orgprints.org/6694/2/Annex_Effects_on_soils_and_crops.pdf
Rohman, Hasan Abdul. 2015. Pengolahan Limbah Cair Bioetanol (Vinasse) dari Industri Rumah di Desa Bekonang secara Mikrobiologis menjadi Pupuk Organik. Diakses melalui http://lib.unnes.ac.id/28390/1/5511312032.pdf
Sahrawat, K. L., M. P.Jones, S. Diatta and A. Adam. 2007. Response of Upland Rice to Fertilizer Phosphorus and Its Residual Value in An Ultisol. Commun. Soil Sci. Plant Anal., 32(15&16): 2457–2468.
Setiawati, M.R., Pujawati Suryatmana, Reginawanti Hindersah, Betty Natalie Fitriatin dan Diyan Herdiyantoro. 2014. Karakterisasi Isolat Bakteri Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Ketersedian P pada Media Kultur Cair Tanaman Jagung (Zea mays L.). Bionatura-Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik Vol. 16, No. 1: 30 – 34.
Stevenson, F. J., 1986. Cycles of Soil Carbon, Nitrogen, Phosphorus, Sulfur, Micronutrient. A Wiley-Inetrscience Publication John Wiley & Sons.
Subagyo, H., N. Suharta, dan A.B. Siswanto. 2004. Tanah-tanah Pertanian di Indonesia. hlm. 21−66. Dalam A. Adimihardja, L.I. Amien, F. Agus, D. Djaenudin (Ed.). Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Sudaryono, 2009. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol Pada Lahan Pertambang Batubara Sangatta, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Lingkungan. 10(3) hal 337-346.
Sudaryono. 2009. Pengelolaan Lahan Kering Masam untuk Budidaya Kedelai. Iptek Tanaman Pangan 4 (1) : 49-58.
Sukartono dan W. H Utomo. 2012. Peranan Biochar sebagai Pembenah Tanah pada Pertanaman Jagung di Tanah Lempung Berpasir (Sandy Loam) Semiarid Tropis Lombok Utara. Buana Sains Vol 12 No.1: 91-98.
Syafruddin, Faisal. dan M Akil . 2007. Pengelolaan Hara pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. Diakses melalui http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp10251.pdf
Taufik, Muhammad., Af Aziez, dan Tyas Soemarah. 2010. Pengaruh Dosis dan Cara Penempatan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Hibrida (Zea mays L.). Agrineca. Vol. 10. No. 2.

1.png)



