Penggunaan molases pada silase kulit pisang nangka (Musa paradisiaca informa typica) terhadap kandungan serat kasar dan protein kasar
DOI:
https://doi.org/10.37577/composite.v3i02.342Abstract
Abstract belum tersedia.References
Anggorodi, R. (1994). Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta: PT Gramedia.
AOAC. (2005). Official Methods of Analysis of AOAC International (18th ed). Washington DC: Association of Official Analytical Chemists.
Diana, N.H. (2004). Perlakuan silase dan amoniasi daun kelapa sawit sebagai bahan pakan domba. Program Studi Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Sumatera.
Hanafiah, A. 1995. Peningkatan nilai nutrisi empulur sagu (Metroxylon sp) sebagai bahan pakan monogastrik melalui teknologi fermentasi menggunakan Aspergillus niger. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Koni TNI, Paga A., & Foenay T.A. (2006). Substitusi jagung dengan campuran kulit pisang dan ampas kelapa dalam ransum ayam pedaging. Laporan Hasil Penelitian, Politani. Kupang.
McDonald, Edward, P.A.R. & Green Haigh, J.F.D. (1984). Animal Nutrition (3rd ed). Iowa: Iowa State University Press.
Mirnawati & G. Ciptaan. (2001). Berat organ pisiologis ayam broiler pada ransum yang memakai kulit pisang batu (Musa brachiarpa) fermentasi. Jurusan Peternakan. Universitas Andalas. 13 (35) 2001. Institut Pertanian Bogor.
Noviadi, R., A. A. Sofiana & I. Panjaitan. (2012). Pengaruh penggunaan tepung jagung dalam pembuatan silase limbah daun singkong terhadap perubahan nutrisi, kecernaan bahan kering, protein kasar dan serat kasar pada kelinci lokal. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 12(1): 6-12.
Pirzan, A.W. (2015). Silase pakan komplit berbahan batang pisang sebagai kambing jantan peranakan ettawa. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Pratama, S. A., A. Budiman, & T. Dhalika. (2015). Pengaruh tingkat penambahan molases pada pembuatan silase kulit umbi singkong (mannihot esculenta) terhadap kandungan serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Jurnal UNPAD, 4(1).
Sukria, H.A. & R. Krisnan. (2009). Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia. Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB)-Press.
Sumarsih, S., Sutrisno, C. I., & Sulistiyanto, B. (2009). Kajian penambahan tetes sebagai aditif terhadap kualitas organoleptik dan nutrisi silase kulit pisang. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, 208-211.
Sutowo, I., T. Adelina & D. Febrina. (2016). Kualitas nutrisi silase limbah pisang (batang dan bonggol) dan level molases yang berbeda sebagai pakan alternatif ternak ruminansia. Jurnal Peternakan, 13(2): 41-47.
Widjastuti T, & Hernawan E. (2012). Untilizing of banana peel (Musa Sapientum) in the ration and it’s influence on final body weight, percentage of carcass and abdominal fat on ayam pedaging’s under heat stress condition. Journal of Animal Physiologi and Animal Nutrition 1(2): 57-60.
AOAC. (2005). Official Methods of Analysis of AOAC International (18th ed). Washington DC: Association of Official Analytical Chemists.
Diana, N.H. (2004). Perlakuan silase dan amoniasi daun kelapa sawit sebagai bahan pakan domba. Program Studi Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Sumatera.
Hanafiah, A. 1995. Peningkatan nilai nutrisi empulur sagu (Metroxylon sp) sebagai bahan pakan monogastrik melalui teknologi fermentasi menggunakan Aspergillus niger. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Koni TNI, Paga A., & Foenay T.A. (2006). Substitusi jagung dengan campuran kulit pisang dan ampas kelapa dalam ransum ayam pedaging. Laporan Hasil Penelitian, Politani. Kupang.
McDonald, Edward, P.A.R. & Green Haigh, J.F.D. (1984). Animal Nutrition (3rd ed). Iowa: Iowa State University Press.
Mirnawati & G. Ciptaan. (2001). Berat organ pisiologis ayam broiler pada ransum yang memakai kulit pisang batu (Musa brachiarpa) fermentasi. Jurusan Peternakan. Universitas Andalas. 13 (35) 2001. Institut Pertanian Bogor.
Noviadi, R., A. A. Sofiana & I. Panjaitan. (2012). Pengaruh penggunaan tepung jagung dalam pembuatan silase limbah daun singkong terhadap perubahan nutrisi, kecernaan bahan kering, protein kasar dan serat kasar pada kelinci lokal. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 12(1): 6-12.
Pirzan, A.W. (2015). Silase pakan komplit berbahan batang pisang sebagai kambing jantan peranakan ettawa. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Pratama, S. A., A. Budiman, & T. Dhalika. (2015). Pengaruh tingkat penambahan molases pada pembuatan silase kulit umbi singkong (mannihot esculenta) terhadap kandungan serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Jurnal UNPAD, 4(1).
Sukria, H.A. & R. Krisnan. (2009). Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia. Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB)-Press.
Sumarsih, S., Sutrisno, C. I., & Sulistiyanto, B. (2009). Kajian penambahan tetes sebagai aditif terhadap kualitas organoleptik dan nutrisi silase kulit pisang. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, 208-211.
Sutowo, I., T. Adelina & D. Febrina. (2016). Kualitas nutrisi silase limbah pisang (batang dan bonggol) dan level molases yang berbeda sebagai pakan alternatif ternak ruminansia. Jurnal Peternakan, 13(2): 41-47.
Widjastuti T, & Hernawan E. (2012). Untilizing of banana peel (Musa Sapientum) in the ration and it’s influence on final body weight, percentage of carcass and abdominal fat on ayam pedaging’s under heat stress condition. Journal of Animal Physiologi and Animal Nutrition 1(2): 57-60.

1.png)



