Zonasi Agrowisata Kopi Sumedang Sebagai Upaya Konservasi Lahan Danau Sunyanyuri dan Perkebunan Kopi Rakyat
DOI:
https://doi.org/10.37577/composite.v3i02.361Abstract
Abstract belum tersedia.References
Avenzora, R. (2013). Ekowisata dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia: Potensi, Pembelajaran, dan Kesuksesan. Jakarta.
Laverack, D. G. (2009). Community Empowerment with Case Strudies form the South-East Asia Region Implementation Gap, WHO. Geneva.
Pamulardi, B (2006). Pengembangan Agrowisata Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Desa Wisata Tingkir, Salatiga). Tesis pada Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang, 2006
Hafif, B., Prastowo, B., & Prawiradiputra, B. R. (2014). Pengembangan perkebunan kopi berbasis inovasi di lahan kering masam. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 199-206.
Prawoto, AA. (2008). Hasil Kopi dan Siklus Hara Mineral dari Pola Tanam Kopi dengan Beberapa Spesies Tanaman Kayu Industri. Pelita Perkebunan, 2008, 24(1): 1-21
Laverack, D. G. (2009). Community Empowerment with Case Strudies form the South-East Asia Region Implementation Gap, WHO. Geneva.
Pamulardi, B (2006). Pengembangan Agrowisata Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Desa Wisata Tingkir, Salatiga). Tesis pada Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang, 2006
Hafif, B., Prastowo, B., & Prawiradiputra, B. R. (2014). Pengembangan perkebunan kopi berbasis inovasi di lahan kering masam. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 199-206.
Prawoto, AA. (2008). Hasil Kopi dan Siklus Hara Mineral dari Pola Tanam Kopi dengan Beberapa Spesies Tanaman Kayu Industri. Pelita Perkebunan, 2008, 24(1): 1-21

1.png)



