Pengaruh lama waktu inkubasi, konsentrasi starter terhadap pH, viskositas dan sifat organoleptik yoghurt susu sapi
DOI:
https://doi.org/10.37577/composite.v4i2.557Abstract
Abstract belum tersedia.References
Anindita. 2002. Pembuatan Yakult Kacang Hijau. Kajian Tingkat Pengenceran dan Konsentrasi Sukrosa. Skripsi. FTP. Universitas Brawijaya. Malang.
Aryati, 1998. Pengaruh Penambahan Nernagai Konsentrasi Kultur Dan Waktu Inkubasi Terhadap pH, Kadar Keasaman, Viskositas, dan Sineresis Set Yoghurt. Universitas Brawijaya. Malang.
Faridaz, S. 1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Frazier, WC. And D.Whesthoff. 1978. Food Agrobiology. Third Edition.McFraw- Hill Book Company. Mew York.
Herawati, A. 2009.Karakteristik Fisik Granul Kultur Starter Yoghurt dengan Sinbiotik Terenkapsulasi dan Aplikasinya. Departemen Ilmu Produksi danTeknologi Peternakan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.
Javetz, E., J .L. Melnick, and E.A. Elberg. 1980. Agrobiology. Diterjemahkan Oleh dr.Geraud Bonang. Buku Kedokteran E.G.C. Jakarta.
Kasmiati, T. dkk. 2002. Kemampuan Isolat bakteri Asam Laktat Indigenous untuk Kadar Laktosa Yoghurt. Tugas Akhir. Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Gajah Mada Press.Yogyakarta.
Kusmajadi, dkk. 1988. Pengaruh Tingkat dan Jenis Penambahan Starter Pada Pembuatan Yoghurt. Hal 91-199. Dalam Prosiding Bioproses Industri Pangan. Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada.Penerbit Liberty. Yogyakarta.
Kuswinarto, R.R. 2017. Pengaruh Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Fruitghout Sari Buah Pisang Ambon (Musa paradisiacal L). Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Mortazavian, A. et.al. 2006. Combined effects of temperature-realted variables on the viability of probiotic micro-organisms in yoghurt. Austral J Dairy Technol 61:248-252.
Mulyani, E. dkk. 2004. Nilai pH, Viskositas, dan Tekstur Yoghurt Drink dengan Penambahan Ekstrak Salak Pondoh (salacca zalacca) .Universitas Diponegoro. Semarang.
Naruki, S. dan S. Kanoni, 1992. Kimia dan Teknologi Pengolahan Hasil Hewani.PAU Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Rahayu, A. 2015. Pengaruh Penambahan Gelatin Dan Starter Terhadap Mutu Yoghurt. http://repositori.usu.ac.od/bitstream/handle/123456789/118822/130305005.pdf Diakses pada 1 Januari 2020.
Riyanto, E. 2015. Pengaruh Penambahan Lactobacillus casey dan Udara Terkontrol pada Proses Fermentasi Tepung Ubi Kayu Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Organoleptiknya. Skripsi. Universitas Halu Oleo. Kendari.
Septiani, A.H. dkk. 2013. Pengaruh Penambahan S usu Skim Pada Proses Pembuatan Frozen Yoghurt Yang Bertahan Pada Dasar Whey Terhadap Total Asam, pH, dan Jumlah Bakteri Asam Laktat. Animal Agriculture Jpurnal, Vol. 2, No. 1, 20013, P225-231.
SNI 2346:2006. (BSN, 2006). Uji Organoleptik. Badan Standar Nasional.
SNI 2981:2009, (BSN, 2009). Yoghurt. Badan Standar Nasional.
Sunarlim, dkk. 2007. Pengaruh Kombinasi Starter Bakteri Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus plantarum Terhadap Sifat Mutu Susu Fermentasi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca panen Pertanian. Balai Besar Penelitian Veteriner. Bogor.
Aryati, 1998. Pengaruh Penambahan Nernagai Konsentrasi Kultur Dan Waktu Inkubasi Terhadap pH, Kadar Keasaman, Viskositas, dan Sineresis Set Yoghurt. Universitas Brawijaya. Malang.
Faridaz, S. 1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Frazier, WC. And D.Whesthoff. 1978. Food Agrobiology. Third Edition.McFraw- Hill Book Company. Mew York.
Herawati, A. 2009.Karakteristik Fisik Granul Kultur Starter Yoghurt dengan Sinbiotik Terenkapsulasi dan Aplikasinya. Departemen Ilmu Produksi danTeknologi Peternakan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.
Javetz, E., J .L. Melnick, and E.A. Elberg. 1980. Agrobiology. Diterjemahkan Oleh dr.Geraud Bonang. Buku Kedokteran E.G.C. Jakarta.
Kasmiati, T. dkk. 2002. Kemampuan Isolat bakteri Asam Laktat Indigenous untuk Kadar Laktosa Yoghurt. Tugas Akhir. Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Gajah Mada Press.Yogyakarta.
Kusmajadi, dkk. 1988. Pengaruh Tingkat dan Jenis Penambahan Starter Pada Pembuatan Yoghurt. Hal 91-199. Dalam Prosiding Bioproses Industri Pangan. Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada.Penerbit Liberty. Yogyakarta.
Kuswinarto, R.R. 2017. Pengaruh Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Fruitghout Sari Buah Pisang Ambon (Musa paradisiacal L). Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Mortazavian, A. et.al. 2006. Combined effects of temperature-realted variables on the viability of probiotic micro-organisms in yoghurt. Austral J Dairy Technol 61:248-252.
Mulyani, E. dkk. 2004. Nilai pH, Viskositas, dan Tekstur Yoghurt Drink dengan Penambahan Ekstrak Salak Pondoh (salacca zalacca) .Universitas Diponegoro. Semarang.
Naruki, S. dan S. Kanoni, 1992. Kimia dan Teknologi Pengolahan Hasil Hewani.PAU Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Rahayu, A. 2015. Pengaruh Penambahan Gelatin Dan Starter Terhadap Mutu Yoghurt. http://repositori.usu.ac.od/bitstream/handle/123456789/118822/130305005.pdf Diakses pada 1 Januari 2020.
Riyanto, E. 2015. Pengaruh Penambahan Lactobacillus casey dan Udara Terkontrol pada Proses Fermentasi Tepung Ubi Kayu Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Organoleptiknya. Skripsi. Universitas Halu Oleo. Kendari.
Septiani, A.H. dkk. 2013. Pengaruh Penambahan S usu Skim Pada Proses Pembuatan Frozen Yoghurt Yang Bertahan Pada Dasar Whey Terhadap Total Asam, pH, dan Jumlah Bakteri Asam Laktat. Animal Agriculture Jpurnal, Vol. 2, No. 1, 20013, P225-231.
SNI 2346:2006. (BSN, 2006). Uji Organoleptik. Badan Standar Nasional.
SNI 2981:2009, (BSN, 2009). Yoghurt. Badan Standar Nasional.
Sunarlim, dkk. 2007. Pengaruh Kombinasi Starter Bakteri Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus plantarum Terhadap Sifat Mutu Susu Fermentasi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca panen Pertanian. Balai Besar Penelitian Veteriner. Bogor.

1.png)



